100 Tahun Kebangkitan Nasional

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Tema “Indonesia Bisa”

Seabad sudah bangsa Indonesia bangkit dari berbagai macam keterpurukan.

Seabad sudah bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan

Seabad sudah bangsa Indonesia berusaha untuk menjadi bangsa yang di segani oleh bangsa-bangsa di dunia

Pertanyaannya sekarang apakah bangsa “Indonesia Bisa” seperti tema seabad Hari Kebangkitan Nasional 20 mei 2008?

Mungkin tidak ada salahnya kalau kita menengok kebelakang sejenak untuk memperbaharui ingatan kita kembali tentang sejarah-sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan hak kemerdekaan bangsa kita yang tercinta ini.

Seabad yang lalu tepatnya tanggal 20 mei 1908 pemuda Indonesia yang terdiri dari Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan Dr. Goenawan dan Suryadi Suryadiningrat (Ki Hadjar Dewantara) memprakarsai berdirinya suatu organisasi yang peduli nasib bangsa yakni Boedi Oetomo dan sekarang kita kenang sebagai “Hari Kebangkitan Nasional”

Dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo ini, menunjukan bahwa pemuda Indonesia mulai bangkit untuk melawan penjajahan. Semangat nasionalisme yang berkobar dari para pemuda kita ternyata bukan hanya pada Boedi Oetomo namun berbagai organisasi-organisasi mulai lahir yakni Jong Ambon (1909), Jong Java dan Jong Celebes (1917) Jong Sumatera dan Jong Minahasa (1918). Pada tahun 1911 juga berdiri organisasi Sarikat Islam, 1912 Muhammadiyah, 1926 Nahdlatul’Ulama, dan kemudian pada tahun 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia yang berjuang dengan satu tujuan.

Perjuangan para pemuda Indonesia ini menemui puncak titik keberhasilannya dengan di proklamirkannya kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 di Jakarta oleh Ir. Soekarno dan terlahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan para pejuang kita bukan hanya sampai di situ saja namun membawa Indonesia untuk merdeka selama-lamanya. Merdeka yang di maksud disini bukan hanya berhasil mengusir penjajah yang ada namun memerangi kebodohan dan kemiskinan juga tujuan utama perjuangan pemuda Indonesia.

Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui pidato kenegaraannya pada peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional selasa 20 mei 2008 kemarin bahwa ada 3 hal utama yang di butuhkan negara untuk membentuk negara yang fundamental yakni sebagai berikut :

1. KEMANDIRIAN

Yang dimaksud kemandirian adalah bagaimana bangsa kita bisa tumbuh dan berkembang tanpa terus mengharapkan bantuan dari negara-negara lain. Hal ini bisa kita wujudkan dengan memanfaatkan segala macam potensi dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa kita.

2. DAYA SAING

Yang dimaksud daya saing adalah bagaimana bangsa kita bisa membuktikan kepada bangsa-bangsa lain di dunia bahwa “Indonesia bisa”. Ini bisa dilakukan yakni dengan memperkenalkan produk-produk bangsa kita ke luar. Baik itu dari segi ekonomi, olahraga, Politik yang sehat. Yang mungkin tidak menutup kemungkinan bangsa luar segan terhadap Indonesia. Gini-gini bangsa Indonesia bangsa demokrasi terbesar ke 3 di dunia loh….

3. PERADABAN BANGSA

Mengingat bahwa Indonesia terdiri banyak pulau maka tentu Peradaban rakyat Indonesia bervariasi, namun semua itu bisa kita jadikan sebagai wadah untuk membentuk negara yang fundamental yang kaya akan keanekaragaman.

Dari ke 3 hal di atas mungkin terakhir ini agak menarik yah….Karna bebicara masalah peradaban dan moralitas bangsa Indonesia sekarang ini sangatlah memperihatinkan. Bukannya pesimis namun saya sangat perihatin pada negara kita saat ini. Di tengah Bangsa yang berjuang memberantas korupsi, eh sekarang di hadapkan lagi sama krisis BBM yang membuat rakyat benar-benar menjerit….. huuuuuhh….. kasiannya bangsaku. Tetapi semua itu menjadi PR kita semua para pemuda Indonesia.

Namun semua yang terjadi di balik semua ini pasti ada makna yang besar bagi bangsa Indonesia. Saya yakin dan percaya bahwa “Indonesia Bisa” mengatasi semua hal itu. Indonesia adalah bangsa yang besar, kuat, memiliki pemuda yang punya semangat nasionalisme yang luar biasa. Majulah Indonesiaku, Jayalah Indonesiaku, Bakti kami kepadamu……… “Indonesia Bisa”.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional

Wassalam

“sidaus”

~ by sidaus on May 21, 2008.

2 Responses to “100 Tahun Kebangkitan Nasional”

  1. Nice writing Sidaus.
    Mari kita terus berjuang di medan kita masing-masing demi kejayaan Indonesia
    Saatnya kaum muda untuk bangkit menegakkan merah putih di atas bumi.
    Ayo kawan, BANGKIT!!!

  2. Betul kawan… kalau bukan kita para pemuda yang bangkit siapa lagi yang di harapkan untuk membangun bangsa ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: